Para santri yang telah lolos seleksi tahap awal untuk studi ke Mesir dan tengah dalam proses pelatihan di Bandung, pada kesempatan liburan lebaran, sowan ke rumah Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I.
Tepatnya pada Jumat, 4 April 2025, sekira pukul 13.30 - 15.00 WIB, mereka datang ke Dukuh Sidowayah, Desa Ngreco, Kecamatan Weru, tempat tinggal Bapak Direktur. Mereka datang didampingi oleh Wadir Pendidikan Ustaz Faris Ahmad, Lc., M.Pd. dan para asatiz yang nantinya akan mengantar keberangkatan lagi ke Bandung.
Kehadiran para santri ini untuk meminta arahan dan pembekalan serta pesan-pesan sebelum berangkat kembali untuk menjalani karantina bahasa Arab di Pesantren Tahfidz & Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Bunyanun Marshush, Kampung Hegar Manah Paratag, Desa Melati Wangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.
Ustaz Agus Tansyah, S.Pd.I. yang turut mendampingi acara sowan ini berkenan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan 16 santri ini. Besar harapan para santri agar Pak Direktur bersedia memberikan nasihat sebagai bekal sebelum keberangkatan mereka.
![]() |
Ustaz Setyadi memberikan nasihat untuk bekal santri |
Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an, Ustaz Setyadi Prihatno, S.Sos., M.P.I., berkenan menerima kedatangan para santri sekaligus memberikan nasihat beliau. Pesan pertama beliau agar para santri meluruskan niat, semua amal ditujukan hanya untuk mendapatkan rida Allah ﷻ, dengan beritibak kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Dalam mengikuti proses karantina bahasa, santri hendaklah bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kemampuan, meningkatkan kafaah keilmuan. Maka harus fokus dalam belajar, niatkan untuk mencari ilmu bukan yang lainnya.
Tak kalah pentingnya, Ustaz Setyadi menekankan agar santri tetap mencari keberkahan dengan menjaga adab kepada guru. Mengingatkan kembali untuk mendahulukan adab sebelum ilmu. Dalam mempelajari ilmu hendaklah memiliki akhlak yang baik dulu.
Santri diingatkan untuk senantiasa membawa visi misi pesantren sebagai pegangan. Agar tidak mudah terwarnai oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan. Cara agar bisa menjaga visi dan misi adalah dengan menjaga komunikasi yang baik dengan para guru.
Adapun visi misi yang dibawa adalah menjadi kader ulama 'amilin fi sabilillah, agar bisa menjadi trouble solving (menyelesaikan permasalahan) umat. Jadi tujuannya bukan untuk mendapatkan ijazah, bukan untuk mencari kerja.
![]() |
Foto bersama |
Pak Direktur menekankan untuk mencoba meskipun seandainya tahu itu akan gagal. Artinya harus optimis. Sebagaimana kisah Nabi Musa AS yang membelah lautan. Nabi Musa AS hanya diperintahkan untuk memukul lautan, walaupun Nabi Musa AS tidak mengerti.
Selanjutnya, Ustaz Setyadi mengingatkan bahwa yang menjadi penghambat kesuksesan adalah rasa was-was atau rasa khawatir. Jauhi perasaan itu. Serahkan semua pada kehendak Allah. Beliau turut berdoa agar Allah senantiasa memudahkan segala urusan para santri.
Kontributor: Ustaz Agus Tansyah, S.Pd.I.
Posting Komentar untuk "Nasihat Pembekalan Direktur Umum PPTQ Qoryatul Qur’an kepada Santri yang Mengikuti Karantina Bahasa Arab di PTIQ Bunyanun Marshush Bandung"