Sabtu, 15 Maret 2025. PPTQ Qoryatul Qur’an menggelar acara silaturahmi dan buka bersama yang mempertemukan pengurus, pendiri, wakif, dan para donatur. Acara yang mengusung tema “Karena Al-Qur’an yang Mempersatukan” ini berlangsung di Masjid Widad El Fayez, Asemlegi Gabeng, mulai pukul 17.00 WIB.
Dalam suasana penuh kehangatan, para hadirin disambut dengan testimoni dari Syekh Muzhaffar Annawati dari Gaza Palestina, yang diterjemahkan oleh Ustaz Luthfi Zubaidi. Dalam penyampaiannya, Syekh Muzhaffar menyatakan kebahagiaannya berada di tengah keluarga Muslim Indonesia dan merasa bangga menjadi bagian dari Qoryatul Qur’an.
“Keberadaan saya di Indonesia adalah kehendak Allah. Melalui jasa Abah Fanni, saya bisa datang ke negeri ini untuk mengajarkan Al-Qur’an,” ungkap beliau. Abah Fanni adalah pendiri Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu (PM3).
![]() |
Syekh Muzhaffar mengaku senang menjadi bagian dari Qoryatul Qur'an |
Beliau juga menyoroti fenomena pernikahan antara Muslim Indonesia dan warga Palestina yang menurutnya merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi kader Qur’ani yang memiliki keterikatan dengan Rasulullah.
Sebagai bentuk kecintaannya pada Indonesia dan Al-Qur’an, Syekh Muzhaffar mendedikasikan dirinya untuk mengajar Al-Qur’an di beberapa pesantren, di antaranya Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu (PM3), PPTQ Qoryatul Qur’an, dan Baitul Qur’an Wonogiri.
Beliau juga mengapresiasi peran tokoh-tokoh pesantren yang memiliki visi dan misi yang sama dalam membentuk generasi Qur’ani. “Semangat perjuangan dakwah dan jihad di jalan Allah begitu luar biasa di sini. Pendidikan dan penyiapan kader di Qoryatul Qur’an berpegang pada dasar pendidikan para sahabat Rasulullah. Siapa pun yang turut andil dalam perjuangan ini, semoga dibalas dengan surga di sisi Allah,” tutur Syekh.
Mengakhiri testimoninya, Syekh Muzhaffar mengajak semua pihak untuk berkontribusi sesuai potensi masing-masing. “Saya mengambil peran dalam sisi Al-Qur’an, yang lain silakan mengambil bagian sesuai kemampuannya,” ujar Syekh sebelum memimpin doa keberkahan bagi semua yang hadir.
Sebagai pembicara utama kajian sebelum berbuka puasa ini, Ustaz Abu Hasanuddin dari Pondok Pesantren Ibnu Katsir Jember menekankan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan dan keberkahan.
“Santri yang menghafalkan Al-Qur’an akan dimuliakan. Tempat yang menjadi wadah pendidikan Al-Qur’an pun akan dipenuhi keberkahan,” ujar beliau. “Keberadaan Syekh Muzhaffar dari Gaza hingga tiba di Weru adalah bukti bagaimana Al-Qur’an mempertemukan dan menyatukan hati kaum Muslimin.”
![]() |
Ustaz Abu Hasanuddin menjelaskan keberkahan Al-Qur'an |
Ustaz Abu Hasan menegaskan bahwa berkahnya Al-Qur’an telah menjadikan Mekah sebagai tanah yang mulia, dan berkah itu pula yang membuat Qoryatul Qur’an tumbuh berkembang luar biasa di Kecamatan Weru ini.
Menurut beliau, rugi jika seseorang tidak turut berkontribusi dalam perjuangan Qoryatul Qur’an. “Siapa yang mendukung perjuangan ini, maka akan mendapat kebaikan seperti para pejuangnya. Yang memiliki harta, dukung dengan hartanya. Yang memiliki tenaga, dukung dengan tenaganya. Yang memiliki doa, dukung dengan doanya.”
Sebagai penutup, Ustaz Didik Efendi, ST mewakili panitia dan tuan rumah menyampaikan teknis pelaksanaan buka puasa, makan, serta Salat Magrib. Acara kemudian berlanjut dengan buka bersama yang penuh kehangatan, diiringi doa dan kebersamaan yang semakin menguatkan ikatan persaudaraan dalam naungan cahaya Al-Qur’an.
Semoga acara ini menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh keluarga besar Qoryatul Qur’an dan semakin menguatkan sinergi dalam perjuangan membentuk generasi Qurani. Karena Al-Qur’an yang menyatukan.
Posting Komentar untuk "Silaturahmi dan Buka Bersama Keluarga Besar PPTQ Qoryatul Qur’an: “Karena Al-Qur’an yang Mempersatukan”"